Sistem Pencernaan Pada Manusia

Posted: February 26, 2013 in BIOLOGI

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Alat-alat pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tekak, kerong- kongan, lambung, usus halus, usus besar dan berakhir pada anus. Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri dari kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar usus, hati, dan pankreas. Urutan masing-masing alat pencernaan manusia adalah sebagai berikut

A.   Mulut

Mulut merupakan satu-satunya bagian saluran pencernaan yang berada di luar dan dapat dilihat, sehingga Anda dapat menun- jukkan dan mengamatinya secara langsung. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

Gigi merupakan alat pencernaan makanan yang sangat penting karena dapat membantu alat-alat pencernaan dalam yang lain untuk melumatkan makanan. Gigi yang baik dan sehat berwarna putih dan tidak berlubang. Gigi mempunyai peranan antara lain seperti berikut.

1)    Estetika Gigi dapat membentuk wajah kita, sehingga amat berpengaruh dalam menentukan kecantikan dan ketampanan seseorang.

2)    Untuk Menghancurkan Makanan Peranan ini dilakukan oleh macam-macam gigi, antara lain:

a) gigi seri berfungsi untuk memotong makanan;

b) gigi taring berfungsi untuk mengoyak makanan;

c) gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan. Dengan fungsi itu menyebabkan enzim pencernaan dapat bekerja dengan

baik.

3)    Membantu dalam Berbicara Adanya tekanan gigi seri ke permukaan lidah dapat memperjelas suara yang dihasilkan. Gigi terdiri

atas tiga bagian berikut.

a.   Mahkota Gigi Bagian ini merupakan bagian yang dapat terlihat berada di dalam rongga mulut, berfungsi untuk menghancurkan makanan.

Lapisan paling luar dari mahkota gigi ini disebut email, yang berwarna putih dan terdiri atas 98% zat mineral, sehingga bersifat sangat keras. Lapisan email tidak memiliki saraf sehingga tidak terasa sakit walaupun tertekan. Bagian yang lebih dalam dari email adalah tulang gigi atau dentin.

Gigi yang pertama kali tumbuh adalah gigi susu atau sulung, umumnya gigi susu muncul saat bayi berusia 6 bulan. Gigi pertama yang muncul biasanya gigi seri terlebih dahulu, kemudian gigi taring, akan muncul pada umur 18 bulan dan terakhir gigi geraham kecil pada usia 24 bulan. Gigi susu ini sifatnya hanya sementara, karena setelah anak besar nanti akan diganti oleh gigi permanen atau dewasa.

Gigi susu berjumlah 20 buah, dengan perincian sebagai berikut.

  1. Gigi seri atas : 4 buah Gigi seri bawah : 4 buah
  2. Gigi taring atas : 2 buah Gigti taring bawah : 2 buah
  3. Gigi geraham kecil atas : 4 buah Gigi geraham kecil bawah : 4 buah

Rumus Gigi Susu :

M   P   C   I      I   C   P   M

0   2   1   2      2   1   2   0

Gigi permanen pada orang dewasa berjumlah 32 buah dengan perincian sebagai berikut.

  1. Gigi seri atas :  4 buah Gigi seri bawah :  4 buah
  2. Gigi taring atas :  2 buah Gigi taring bawah :  2 buah
  3. Gigi geraham kecil atas :  4 buah Gigi geraham kecil bawah :  4 buah
  4. Gigi geraham besar atas :  6 buah Gigi geraham besar bawah :  6 buah

Rumus Gigi Permanen :

M   P   C   I      I   C   P    M

3   2   1   2      2   1   2   3

Gigi permanen tumbuh juga bertahap. Pada umur 6 tahun tum- buh 4 buah geraham tetap, yang masing-masing terletak di bagian kiri dan kanan rahang atas dan bawah. Pada umur 8 tahun gigi seri perma- nen menggantikan gigi susu. Pada umur 9 hingga 12 tahun gigi geraham permanen akan tumbuh menggan- tikan geraham sulung. Pada umur 12 tahun, gigi taring permanen baru tumbuh. Usia 18 tahun ke atas masih ada gigi yang akan tumbuh gigi geraham ketiga atau disebut dengan gigi bungsu.

Gigi dapat mengalami masalah jika tidak dirawat dengan baik, di antaranya gigi berlubang. Ada beberapa hal yang menyebabkan gigi berlubang, di antaranya adalah sebagai berikut.

1)    Tidak menggosok gigi setelah makan atau menjelang tidur, sehingga mengakibatkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi akan dicerna

oleh bakteri.

2)    Terlalu banyak makan gula. Gula merupakan makanan yang paling digemari oleh bakteri pembusuk gigi. Masalah yang terjadi pada

gigi lainnya, adalah periodentitis, yaitu peradangan pada jaringan yang mendukung gigi. Ini dapat mengakibatkan gigi tanggal.

Penyakit ini juga disebabkan karena bakteri.

3)    Lidah Lidah sebagian besar terdiri atas otot. Pada permukaan atas lidah banyak terdapat ribuan tonjolan kecil yang disebut dengan

papilla, yang banyak terdapat rangkaian kompleks saraf yang membentuk alat indra pengecap dan peraba. Lidah memiliki peranan

seperti berikut.

b.   Merasakan Makanan.

Lidah dapat dikatakan sebagai cermin kesehatan. Mengapa demikian? Pada umumnya dokter akan memeriksa lidah pasien yang sakit. Penyakit penyakit tertentu akan dapat mengubah warna lidah.

  1. ujung lidah merasakan manis;
  2. bagian pangkal belakang merasakan pahit;
  3. bagian samping depan merasakan asin;
  4. bagian samping belakang merasakan asam.

4)    Membantu Mengunyah Makanan Lidah seolah seperti pesilat yang mahir yang dapat membolak-balikkan makanan sehingga mudah dikunyah.

5)    Membantu dalam Menelan Makanan .

6)    Membantu dalam Berbicara.

7)    Kelenjar Ludah yang berfungsi menghasilkan air ludah. Jika melihat makanan yang lezat, maka ada rangsangan di otak kita dan impuls itu dikirim ke saraf di sekitar kelenjar ludah, sehingga kelenjar ludah akan mensekresikan ludah untuk membasahi mulut. Komponen ludah terdiri atas 98% air dan 2% lendir, garam, dan enzim ptialin. Air ludah yang berfungsi untuk: 1) membantu memudahkan pencernaan; 2) mengubah amilum menjadi maltosa, yaitu enzim ptialin; 3) melindungi pengaruh asam dan basa; 4) melindungi pengaruh panas dan dingin. Banyaknya ludah yang disekresikan oleh kelenjar ludah kurang lebih 2 liter setiap hari dan mengandung pH antara 6,5 – 6,8.

Setelah makanan hancur oleh gigi, selanjutnya makanan mengalami per- lakuan secara kimiawi, yaitu adanya kandungan air dalam ludah yang dapat bereaksi dengan molekul-molekul zat makanan dan menghasilkan molekul- molekul yang lebih kecil. Adanya enzim ptialin dapat mengubah amilum menjadi maltosa dan glukosa. Hal ini disebabkan karena amilum dalam nasi diubah menjadi maltosa, yaitu sejenis gula yang rasanya manis. Jadi, pencernaan kimiawi amilum dimulai dari mulut. Di dalam mulut, makanan mengalami dua perlakuan, yaitu sebagai berikut. a. Pencernaan secara mekanik, yaitu pengunyahan dengan gigi, b. Pencernaan secara kimiawi, yaitu pemecahan zat pati (amilum) oleh ptialin menjadi maltosa.

B.   Kerongkongan (Esofagus)

Setelah makanan diperlakukan secara mekanik dan kimiawi di dalam mulut, selanjutnya makanan akan didorong oleh lidah menuju saluran kerongkongan, yang panjangnya kurang lebih 20 cm dan lebar 2 cm. Di dalam kerongkongan ini makanan hanya lewat selama kurang lebih 6 detik. Setelah itu makanan akan didorong ke dalam lambung.

Susunan otot-otot yang demikian menyebabkan kerongkongan dapat melakukan gerakan otomatis kembang kempis. Gerakan ini disebut gerak peristaltik yang menyebabkan makanan dapat bergerak menuju lambung. Lapisan luar kerongkongan tidak seperti saluran cerna lainnya tidak terdiri atas serosa tetapi jaringan fibrosa yang menebal. Persarafan utama kerongkongan dilakukan oleh serabut-serabut simpatis dan parasimpatis dibawa oleh nervus vagus yang dianggap merupakan saraf motorik kerongkongan. Makanan bisa mencapai lambung bukan karena lambung terletak di bawah kerongkongan, melainkan akibat gerak peristaltik dinding otot kerongkongan.

C.     Lambung (Ventrikulus)

Makanan dari kerongkongan terdorong ke dalam lambung, akibat gerakan peristaltik seperti yang sudah dijelaskan di atas. Lambung diibarat- kan seperti lumbung yang bertugas untuk menyimpan makanan yang telah ditelan untuk sementara waktu. Lambung berukuran sekepal tangan dan terletak di dalam rongga perut sebelah kiri, di bawah sekat rongga badan. Dinding lambung sifatnya lentur, dapat mengembang apabila berisi makanan dan mengempis apabila kosong. Muatan di dalam lambung dapat menampung hingga 1,5 liter makanan. Otot ini merupakan otot-otot polos, sehingga bekerja tanpa disadari. Otot- otot lambung bekerja dengan cara berkontraksi sehingga dapat menekan dan memeras makanan dalam lambung dan mencampurnya dengan getah pencernaan dalam lambung. Lambung terdiri atas tiga bagian berikut. a. Kardiaks, merupakan bagian atas sebagai pintu masuk makanan dari kerongkongan. b. Fundus, adalah bagian tengah lambung, tempat makanan ditampung dan mengalami perlakuan kimiawi. c. Pilorus, merupakan bagian bawah lambung sebagai pintu ke- luar makanan dan berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Pilorus ini bekerja atas pe- ngaruh pH makanan. Makanan dalam lambung mengalami serangkaian proses kimiawi oleh getah lambung, sekitar 1 – 2 liter yang dihasilkan oleh 35 juta kelenjar, antara lain HCl, enzim pepsin, enzim renin, lipase, mukus (lendir), dan faktor intrinsik. Enzim pepsin akan memecah molekul protein menjadi peptida, enzim renin akan mencerna protein susu menjadi kasein, sedangkan enzim lipase akan mengemulsikan lemak dalam makanan. Jadi, perlakuan kimiawi protein pertama kali dilakukan di dalam lambung. Selain mendapat perlakuan kimiawi, makanan oleh enzim-enzim tersebut juga ada HCl yang membantu dalam proses-proses pencernaan. Fungsi HCl, antara lain: a. membunuh kuman pada makanan yang dimakan; b. mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin;. c. mempercepat reaksi antara air, protein, dan pepsin; d. mengendorkan pilorus, karena HCl bersifat asam dengan pH kurang lebih 1-3, ingat kembali sistem kerja pilorus yang sudah dijelaskan di atas! Mukus (lendir) berfungsi sebagai lapisan pelindung yang dapat melindungi lambung dari asam lambung. Sedangkan faktor intrinsik berfungsi untuk menghasilkan vitamin B12 yang diperlukan untuk membentuk Mukosa.

Sel-sel darah dan membantu saraf berfungsi dengan baik. Dengan adanya faktor intrinsik ini pula, maka vitamin B12 di dalam lambung dilindungi dari asam lambung sehingga tidak rusak. Khim ini bersifat asam, dan menjadi netral ketika masuk ke dalam usus 12 jari, karena dinetralkan oleh getah basa yang dihasilkan kelenjar pankreas yang terdapat di dalam usus dua belas jari. Lambung yang dijelaskan di atas dapat juga bermasalah di antaranya adalah penyakit maag dan kanker lambung. Penyakit maag ini dapat timbul karena kelebihan HCl. Produksi HCl ini dapat dipicu oleh makanan dan minuman, misalnya makanan pedas, alkohol, kopi, dan nikotin. Selain itu, juga dapat dipicu oleh tekanan pikiran (stress). Asam lambung yang berlebihan ini dapat mengikis dinding lambung, gejala penyakit ini biasanya nyeri di bagian dada.

Fungsi Motoris

  1. Menyimpan makanan sampai makan- an tersebut sedikit demi sedikit dicernakan dan bergerak pada saluran cerna.
  2. Fungsi mencampur memecahkan makanan menjadi partikel-partikel kecil dan mencampurnya getah lam- bung melalui kontraksi otot yang meliputinya.
  3. Fungsi pengosongan lambung. Diatur oleh pembukaan sfinkter pilorus, yang dipengaruhi oleh viskositas, volume, keasaman, dan kerja.

Fungsi Sekresi dan Pencernaan

  1. Mencernakan protein oleh pepsin dan HCl.
  2. Sintesis dan pengeluaran gastrin dipengaruhi oleh asupan protein, peregangan autrum, dan alkalinisasi autrum.
  3. Sekresi faktor intrinsik memung- kinkan absorpsi vitamin B12 dari usus halus bagian distal.
  4. Sekresi mukus, yang membentuk selubung pelindung bagi lambung serta memberi pelumasan pada ma- kanan agar mudah ditranspor.

 

D.   Hati

Hati terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diagfragma. Beratnya kira-kira 1,5 kg atau 2,5% berat badan pada orang dewasa normal. Hati dibagi menjadi dua bagian oleh ligamen falsiformis, yaitu bagian lobus kanan dan lobus kiri. Pada lobus kanan terdapat juga lobus kaudatus dan lobus kuadratus. Hati disuplai oleh dua pembuluh darah, yaitu:

  1. Vena porta hepatika yang berasal dari lambung dan usus. Pada vena porta hepatika ini mengandung darah yang miskin oksigen tetapi kaya akan nutrien seperti asam amino, monosakarida, vitamin yang larut dalam air dan mineral.
  2. Arteri hepatika, cabang dari arteri kuliaka yang kaya akan oksigen. Hati memiliki fungsi, antara lain: Memproduksi cairan empedu, yang digunakan untuk mengemulsikan lemak; Pusat metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Bergantung kepada keperluan tubuh, ketiganya dapat saling dibentuk; Merupakan gudang penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe), vitamin A, D, E, K, B12, glikogen, dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh, misalnya pestisida DDT. ; Pusat detoksifikasi zat yang beracun di dalam tubuh; Memproduksi protein plasma (albumin, fibrinogen, protrombin, heparin); Fagositosis mikroorganisme dan eritrosit dan leukosit yang sudah tua atau rusak. Hati memegang peranan penting pada metabolisme tiga bahan makanan yang dikirimkan oleh vena porta setelah diabsorpsi dari usus. Bahan ma- kanan tersebut adalah karbohidrat, protein dan lemak.

 

E.    Usus

Halus Saluran pencernaan makanan yang paling panjang dengan panjang kurang lebih 6,5 meter dan lebar kurang lebih 25 milimeter adalah usus halus. Permukaan dindingnya berjonjot sehingga terlihat seperti lekukan-lekukan. Hal inilah yang menyebabkan permukaannya men- jadi luas. Pencernaan di dalam usus halus berlangsung secara kimiawi atau enzimatis. Usus halus terletak di atas pinggang dan meliputi 3 bagian.

  1. Usus Dua Belas Jari (Duodenum)

Usus dua belas jari berukuran panjang kurang lebih 25 sentimeter. Makanan dari lambung bersifat asam, kemudian masuk ke usus dua belas jari. Sifat asam ini akan merangsang dinding usus untuk mensekresikan hormon-hormon berikut.

Hormon sekretin yang berfungsi untuk merangsang getah pankreas yang terdiri atas enzim-enzim berikut.

a)     Tripsin, berfungsi menyederhanakan protein dan pepton.

b)    Amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi maltosa.

c)     Lipase, berfungsi menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Getah pankreas mengandung NaHCO3 yang menyebabkan makanan bersifat basa. Selain itu, getah pankreas mengeluarkan hormon insulin yang berfungsi menjaga kadar gula darah agar tetap normal.

2)    Hormon kolesistokinin yang berfungsi untuk merangsang empedu. Getah empedu dibuat di dalam hati dan disimpan di dalam kantong empedu. Getah empedu mengandung zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin dan garam empedu, yaitu natrium glukolat. Getah empedu berfungsi antara lain seperti berikut.

a)     Mengemulsikan lemak. Hasil emulsi ini adalah gliserol dan asam lemak. Lemak hanya bisa dicerna apabila sudah bercampur dan bereaksi dengan getah empedu terlebih dahulu.

b)    Mempengaruhi penyerapan vitamin K.

Usus Kosong (Jejenum) Disebut usus kosong karena pada orang yang sudah meninggal, usus ini tidak ada isinya atau kosong. Dinding usus ini mempunyai kelenjar liberkuhn yang dapat mengeluarkan getah usus, antara lain sebagai berikut.

1)    Erepsinogen yang kemudian diaktifkan oleh enterokinase menjadi erepsin yang berfungsi untuk mengubah dipeptida menjadi asam amino.

2)    Maltase yang befungsi untuk mengubah maltosa menjadi glukosa.

3)    Sakarase yang berfungsi untuk mengubah sakarosa menjadi glukosa dan fruktosa.

4)    Laktase yang berfungsi untuk laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.

5)    Lipase yang berfungsi untuk mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Makanan yang masuk ke dalam usus ini mendapat perlakuan dari getah-getah usus seperti di atas. Pada usus kosong ini lengkap sudah perla- kuan terhadap makanan. Pemecahan amilum, protein, dan lemak sehingga menghasilkan komponen-komponen yang paling kecil. Dari usus dua belas jari dan usus kosong, makanan dicernakan dalam bentuk yang paling halus, antara lain:

  1. protein menjadi asam amino;
  2. karbohidrat menjadi monosakarida;
  3. lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Komponen makanan yang halus tersebut akan didorong masuk ke dalam usus penyerapan (ileum). Selanjutnya, akan ada perlakuan terhadap kom- ponen-komponen tersebut di dalam usus penyerapan/ileum.

Kesimpulan

Perlakuan makanan dalam saluran percernaan, antara lain: Mulut : perlakuan terhadap amilum. Lambung : perlakuan terhadap amilun dan protein. Usus halus : perlakuan terhadap amilum, protein, dan lemak.

Usus Penyerapan (Ileum)

1)    Struktur Usus Penyerapan

a)     Dinding Usus Halus Dinding usus halus tersusun dari 4 bagian, yaitu:

Dinding lapisan luar Dinding lapisan luar usus halus berupa membran serosa, yaitu lapisan yang membalut usus dengan erat.

Dinding lapisan berotot Dinding lapisan berotot terdiri atas dua lapisan serabut. Serabut longitudinal dan serabut sirkuler.

Dinding submukosa terdapat otot sirkuler dan lapisan yang terdalam yang merupakan perbatasannya.

Dinding mukosa dalam Dinding mukosa dalam disusun berupa kerutan tetap seperti jala yang memberi kesan anyaman halus.

b)    Getah Usus Halus

Getah usus disekresikan oleh sel usus, setiap harinya ± 2000 cc. Getah usus berwarna kuning jernih dan memiliki pH 7,6. Enzim-enzim yang terdapat dalam getah usus antara lain enzim maltase, peptidase, sukrase, enterokinase, dan ribonuklease. Sekresi getah usus ini dikendalikan oleh refleks saraf otonom, hormon kolesitokinin dan sekretin. Di dalam usus halus dihasilkan getah yang menyempurnakan pencer- naan semua makanan. Getah-getah tersebut, antara lain:

– Erepsin yang digunakan untuk menyempurnakan pencernaan protein yang telah diubah, yaitu polipeptida dijadikan sebagai asam amino.

– Enterokinase untuk menggiatkan enzim proteolitik yang berasal dari getah pankreas.

– Maltase untuk mengubah maltosa menjadi dekstrose.

– Laktase untuk mengubah laktosa menjadi glukosa dan mengubah galaktosa menjadi glukosa di dalam hati.

– Intertase bekerja atas gula.

2)    Fungsi Usus Penyerapan

Di dalam usus ini, makanan tidak dilakukan pemecahan lagi, melainkan diserap oleh dinding usus masuk peredaran darah yang kemudian dapat digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Glukosa diserap oleh dinding usus masuk ke darah. Di dalam darah glukosa diubah ke dalam bentuk glikogen oleh hormon insulin yang kemudian disimpan di dalam otot dan hati. Di dalam hati, asam amino ini dipecah dan menghasilkan amoniak yang kemudian bereaksi dengan asam amino ornithin dan CO2 membentuk asam amino sitrulin. Selanjutnya, bereaksi dengan amoniak membentuk arginin dan terakhir akan diubah menjadi asam amino arnithin dan ureum. Ureum ini merupakan zat sisa yang harus dibuang lewat urine.

 

F.    Usus Besar

Usus besar berisi kuman dengan jumlah mencapai triliunan. Mikroba ini berfungsi dalam proses pembusukan. Ada beberapa bakteri yang dapat menghasilkan vitamin B dan K.

Kegiatan bakteri-bakteri ini dalam mencerna sisa-sisa protein dapat menghasilkan bau busuk yang keluar dalam bentuk gas dari dubur. Gas yang dihasilkan dapat mencapai 2 liter setiap hari. Di dalam usus besar, makanan hanya akan mengalami penyerapan air dan beberapa garam mineral.

 

G.   Anus

Feses akan didorong oleh otot-otot polos di sekitarnya menuju ke anus dan tertimbun di situ dan akhirnya menyebabkan seseorang merasa ingin buang air besar. Proses buang air besar ini disebut defekasi. Otot-otot di sekitar anus berkontraksi sehingga anus membuka dan mengeluarkan feses dari anus.

Beberapa makanan dapat merangsang bakteri untuk menghasilkan lebih banyak gas di dalam usus besar, di antaranya adalah kol, ubi, bawang, dan kacang merah.

Feses yang dihasilkan dari organ pembuangan dipengaruhi oleh jenis makanan. Makanan yang banyak mengandung serat tumbuhan lebih banyak menghasilkan feses, karena sulit dicerna. Makanan yang lain umumnya 95% dapat diserap oleh usus halus dan 5% menjadi kotoran dalam bentuk feses. Sekitar 75% kandungan feses terdiri dari air. Sisanya adalah berupa zat.

ZAT MAKANAN

Setiap makhluk hidup, termasuk manusia membutuhkan makanan sepanjang hidupnya. Fungsi makanan terhadap tubuh. Makanan mempunyai peranan penting, antara lain:

  1. untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh;
  2. menjaga jaringan tubuh agar tidak rusak;
  3. sebagai penghasil energi;
  4. mengatur proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh;
  5. sebagai benteng tubuh dari berbagai macam kuman penyebab penyakit.

Dari semua fungsi yang disebutkan itu, menunjukkan bahwa manusia hidup selalu memerlukan makanan. Seseorang yang kekurangan makan akan terlihat kurus, apalagi apabila seseorang tidak diberi makanan dalam jangka waktu yang lama. Artinya, makanan harus memenuhi komposisi sehat, bergizi, dan seimbang. Makanan yang demikian harus memiliki syarat-syarat berikut.

  1. Makanan sehat harus bersih, tidak mengandung bibit penyakit, dan tidak mengandung zat yang membahayakan bagi tubuh, misalnya racun dan zat sintetis yang berbahaya (pewarna, penyedap, dan pengawet buatan).
  2. Makanan yang bergizi harus mengandung cukup karbohidrat, lemak, dan protein sebagai penghasil energi. Protein yang baik untuk tubuh harus memenuhi 10 macam asam amino esensial, antara lain isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, valin. Vitamin dan mineral di dalamnya. Vitamin yang masuk ke dalam tubuh digunakan sebagai zat pembangun dan memperlancar metabolisme dalam tubuh, misalnya vitamin A, B, C, D, E, K dan lain-lain. Sedangkan mineral, walaupun dalam jumlah sedikit penting sekali untuk metabolisme, misalnya kalium, fosfor, besi, natrium, dan lain-lain.
  3. Makanan harus seimbang, artinya gizi yang terkandung di dalamnya harus cukup, sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.
  4. Makanan juga harus mudah dicerna, sehingga dapat terserap optimal oleh usus untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  5. Makanan harus mengandung cukup air. Di dalam tubuh, fungsi air sangat penting, yaitu sebagai pelarut yang paling baik. Pada susunan kimiawi tubuh manusia lebih dua per tiga bagian tubuh berupa air.

 

A.   Karbohidrat

Makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia berupa nasi, namun ada sebagian penduduk Indonesia yang makanan pokoknya adalah sagu. Alasan utamanya adalah karena makanan tersebut banyak mengandung karbohidrat sehingga dapat menghasilkan kalori atau energi. Selain pada nasi dan sagu, kandungan karbohidrat banyak dijumpai pada kentang, gandum, jagung, singkong, dan lain-lain. Karbohidrat tersimpan dalam tubuh tumbuhan dan merupakan hasil sintesis senyawa anorganik yang mengandung unsur- unsur C, H, dan O menjadi senyawa organik.

Fungsi karbohidrat yang utama sudah dijelaskan sebelumnya, yaitu

  1. sebagai penghasil energi. Namun, selain itu karbohidrat juga berfungsi, antara lain:
  2. sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan anggota tubuh. Di dalam sel, terutama bagian gen yang berada di dalam inti sel tersusun dari karbohidrat yang beratom C lima;
  3. dapat menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh; c. berperan dalam pembentukan protein dan lemak;
  4. berperan dalam proses metabolisme tubuh; e. selusose dapat mencegah sembelit (susah buang air besar);
  5. laktosa dapat membantu penyerapan unsur kalsium dari makanan. Karbohidrat dibagi menjadi 3 macam berdasarkan jumlah gugus gula yang menyusunnya. Karbohidrat disimpan di dalam tubuh dalam dua bentuk, yaitu tersimpan dalam otot dan hati berupa glikogen dan tersimpan dalam darah berupa glukosa. Untuk menjadi dua bentukan seperti itu, karbohidrat melalui serang- kaian proses metabolisme dalam tubuh.

Macam Karbohidrat

1. Monosakarida

Merupakan golongan gula sederhana yang memiliki satu gugus gula. Golongan ini memiliki karakteristik mudah larut dalam air dan terasa manis. Monosakarida terdiri atas glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

2. Disakarida

Merupakan golongan gula sederhana yang memiliki satu gugus gula. Golongan ini memiliki karakteristik mudah larut dalam air dan terasa manis. Monosakarida terdiri atas glukosa, fruktosa, dan galaktosa.

3. Polisakarida

Merupakan golongan gula majemuk, yang memiliki dua gugus gula. Golongan ini memiliki karakteristik sama seperti pada monosakarida. Disakarida terdiri atas dua monosakarida. Merupakan golongan gula majemuk yang memiliki lebih dari sepuluh gugusan gula. Golongan ini memiliki karakteristik tidak terasa manis, tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam koloid dan tidak dapat melewati membran semipermiabel.

Apabila Anda mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, maka karbohidrat akan masuk dalam sistem pencernaan dan akhirnya sampai pada usus halus sehingga terjadi penyerapan karbohidrat. Selanjutnya, karbohidrat masuk ke dalam aliran darah dalam bentuk glukosa (B), kemudian melalui vena porta glukosa dibawa ke hati dan diubah menjadi glikogen (C). Pembentukan glikogen ini terbatas, sehingga kelebihan glukosa akan diubah menjadi asam lemak yang akan disimpan di dalam jaringan lemak (D). Dari peristiwa ini Anda dapat menjelaskan, penyebab seseorang yang kelebihan karbohidrat menjadi gemuk.

 

B.   Lemak

Orang yang berbadan gemuk sering dikatakan kelebihan lemak. Me- mang gemuk identik dengan lemak.Lemak merupakan senyawa organik yang mengandung unsur-unsur C, H, O (karbon, hidrogen, dan oksigen) dan kadang-kadang  P dan N (fosfor dan nitrogen). Lemak tidak dapat larut alam air, melainkan larut dalam kloroform, eter, dan minyak tanah. Sumber Lemak nabati bisa diperoleh dari makanan, antara lain kelapa, minyak kelapa, kacang-kacangan, kedelai, avokad, zaitun, dan lain-lain. Adapun sumber lemak yang berasal dari hewan disebut lemak hewani. Lemak hewani bisa diperoleh dari daging, susu, mentega, telur, ikan, dan  sebagai- nya.

Kebutuhan lemak setiap hari untuk seseorang kurang lebih 1 gram setiap kilogram berat badan.Tetapi kebutuhan ini berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas, dan suhu. Anak-anak lebih sedikit membutuhkan lemak daripada orang dewasa. Lemak mempunyai peran, antara lain:

  1.  untuk menghasilkan kalori atau energi, bahkan energi yang dihasilkan lemak lebih tinggi dibandingkan karbohidrat;
  2. sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain, vitamin yang dapat larut dalam lemak antara lain vitamin A, D, E dan K;
  3. untuk membangun bagian-bagian tertentu dari sel. Bagian sel yang tersusun dari lemak adalah membran sel;
  4. dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah;
  5. sebagai bantalan lemak dan pelindung organ dalam, misalnya jantung dan lambung.

Jenis lemak dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Lemak Sederhana Contoh lemak sederhana adalah minyak, lilin, dan lemak yang tersusun oleh trigliserida. Lemak sederhana ini bisa kita temukan pada lemak daging hewan. Berdasarkan hal itu, asam lemak dibedakan menjadi dua.

1)    Asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rang- kap. asam lemak yang dapat disintesis sendiri oleh tubuh. Asam lemak jenuh paling banyak ditemukan pada susu sapi.

2)    Asam lemak tak jenuh, yaitu asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap. Asam lemak ini disebut juga asam lemak esensial, artinya asam lemak yang tidak dapat disintesis sendiri. .

Asam lemak esensial memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam pembentukan struktur membran sel. Selain itu, asam lemak ini bisa mencegah penyakit jantung koroner. Manusia memerlukan asam linoleat kurang lebih 2% dari makanan berkalori setiap harinya.

  1. Lemak Campuran Lemak ini meliputi fosfolipid dan lipoprotein. Jika kita amati, dinding sel tubuh kita tersusun dari fosfolipid ini. Adanya fosfolipid sebagai penyusun dinding sel tersebut menyebabkan air dalam sel tidak banyak yang menguap.
  2. Turunan Lemak Golongan ini terdiri atas asam lemak, sterol, gliserol, dan kolesterol. Kadar ko- lesterol tinggi dapat menyebabkan pe- nyakit jantung koroner yang merupakan jenis penyakit dengan tingkat kematian paling tinggi. Lemak mengalami proses kimia di dalam tubuh. Penyerapan zat lemak da- lam bentuk asam lemak dan gliserol di jonjot usus.

 

C.    Protein

Tahu, tempe, dan kedelai merupakan protein yang berasal dari tumbuhan yang disebut protein nabati. Sedangkan ikan merupakan protein yang berasal dari hewan yang disebut protein hewani. Sebenarnya apakah protein itu?  Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur C, H, O dan kadang-kadang mengandung unsur S dan P (belerang dan fosfor).

Jenis protein ada dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani antara lain berasal dari ikan, susu, daging, telur dan lain-lain, sedangkan protein nabati diperoleh dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan juga sayuran. Protein hewani lebih baik daripada protein nabati karena mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, baik macam dan jumlahnya, sehingga disebut protein yang sempurna. Protein nabati kurang sempurna karena walaupun mengandung asam amino esensial yang lengkap tetapi jumlahnya sedikit, sehingga jumlahnya tidak dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan tubuh. Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh, tetapi kebutuhannya berbeda- beda untuk masing-masing orang. Hal ini tergantung dari usia, berat badan, jenis kelamin, wanita hamil, kondisi kesehatan, iklim, dan lain-lain. Pada dasarnya protein memiliki fungsi di dalam tubuh, antara lain:

  1. menghasilkan energi dan kalori, kalori yang dihasilkan dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori;
  2. sebagai unsur pembangun jaringan yang rusak;
  3. untuk membantu pertumbuhan tubuh;
  4. sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga keseimbangan asam dan basa;
  5. dapat membentuk enzim, hormon, dan pigmen;
  6. membantu proses metabolisme tubuh.

Keseimbangan protein dikatakan normal apabila protein yang kita konsumsi dapat mencukupi kebutuhan tubuh dan masih tersisa untuk dieks- kresikan. Unsur-unsur protein meliputi asam amino. Ada dua macam asam amino, yaitu sebagai berikut.

  1. Asam Amino Esensial Asam amino esensial tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh, sehingga dapat dicukupi dari makanan yang kita makan. Ada 10 macam asam amino esensial, antara lain: isoleusin, leusin, lisin, metionin, valin, treolin, fenilalanin, triptofan, histidin dan arginin. Arginin dan histidin esensial terutama dibutuhkan pada masa anak-anak.
  2. Asam Amino Non-Esensial Asam amino ini dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Golongan ini terdiri atas 11 asam amino, antara lain alanin, asparagin, asam aspartat, sistin, asam glutamat, sistein, glisin, glutamin, serin, prolin, dan tirosin.

 

D.   Vitamin

Vitamin merupakan senyawa organik yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, walaupun dalam jumlah yang sedikit, namun fungsinya sangat penting dan tidak dapat digantikan oleh unsur-unsur lain. Vitamin berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme tubuh dan tidak dapat menghasilkan energi. Di dalam tubuh, vitamin bekerja sebagai katalisator tubuh, yaitu mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Menurut sifat kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua. Vitamin yang Larut dalam Air Jenis vitamin ini, antara lain vitamin B dan C. Vitamin yang tidak larut dalam air yaitu vitamin A, D, E, dan K.

 

E.    Mineral

Mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh. Defisiensi mineral dalam tubuh akan mengganggu proses metabolisme. Jenis mineral ada dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen.

  1. Makroelemen

Makroelemen merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak. Unsur-unsur makroelemen, antara lain kalsium, natrium, magne- sium, kalium, fosfor, klor, dan belerang.

 

 

GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN

Gangguan sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan, kebiasaan hidup, infeksi, maupun gangguan alat-alat dalam. Beberapa gang- guan yang terjadi dalam pencernaan makanan adalah sebagai berikut.

  1. Paratitis, disebut juga penyakit gondong. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Hal ini merupakan suatu kondisi, yaitu terjadinya infeksi pada kelenjar parotis.
  2. Xerostomia, kelainan yang menyebabkan produksi saliva sedikit.
  3. Gastritis, yaitu radang kronis yang terjadi pada lapisan mukosa dinding lambung, penyebabnya karena makanan yang terkena kuman atau kelebihan HCl.
  4. Disfagia, adalah keadaan lambung yang rusak akibat alkohol dan suatu racun tertentu.
  5. Peritonitis, terjadi akibat peradangan yang terjadi pada selaput perut.
  6. Hepatitis, yaitu infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyakit ini dapat menular melalui makanan atau minuman, transfusi darah, hubungan seksual, pemakaian jarum suntik lebih dari satu orang.
  7. Apendisitis, penyebabnya karena adanya radang yang terjadi pada usus buntu. Keadaan ini bisa disebabkan karena makanan yang membusuk atau karena infeksi bakteri.
  8. Konstipasi disebut juga sembelit, yaitu keadaan sulit buang air besar pada seseorang. Ini bisa disebabkan karena penyerapan air di dalam usus besar yang berlebih, sehingga feses menjadi keras. Perasaan stres dan takut juga dapat memicunya.
  9. Diare, penyakit ini diakibatkan oleh infeksi bakteri pada kolon sehingga mengakibatkan gangguan pada penyerapan air, akibatnya feses menjadi encer atau mencret.
  10. Hemoroid, penyakit ini muncul karena pecahnya pembuluh vena di daerah anus. Sembelit dapat memicu terjadinya kelainan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s